Duh judulnya romantis sekali yah... intinya... karena baru teringat jasa-jasa orang yang ternyata banyak menopang disaat butuh banget... duh ceritana ketika disertasi semakin membuat sakit kepala dan juga banyak problem lainnya... tidak menyangka ada yang memberikan tepukan hangat di pundak dan mengucapkan tidak akan ada apa-apa... such comforting words... Tadinya ada kesal dan kecewa dan juga merasa terjebak...(yang ini jd rahasia pribadi saja)...namun ketika kesulitan datang... ternyata memang ada orang yang akan menopangmu... (diperlukan kesadaran saja bahwa orang tersebut ada...jangan terlena dengan penderitaan saking menghayatinya).... sekedar kata semangat... dan mengatakan bahwa tulisan bisa dilanjutkan nanti, bersenang-senanglah....dll... bagai disiram air segar di gurun sahara.... toh akhirnya kita bisa menangis bahagia....
so whenever you're weary... don't worry.... pasti ada seseorang (kecuali kita jahat sekali yah dan tidak punya teman...hahahahah-- kalau itu yah nggak jamin juga...)
Rabu, 19 Oktober 2016
Setiap perjalanan punya cerita
Setiap perjalanan punya cerita...
Menulis blog ini sebenarnya sebagai hiburan pribadi... tapi lama kelamaan jadi terabaikan... Malas datang, berbagai alasan muncul dan jadi tidak produkif lagi. Baru tersadar kalau harus mulai sedikit saja memotivasi... banyak waktu yang telah saya sia-siakan hanya untuk memikirkan perjalanan masa lampau... entah kenapa yah... pengaruh film romantis masa kini yang kadang picisan...namun kalau kata orang lagi baper... maka akhirnya manusia yang cukup logis pun akan terkena dampaknya.....
So malam ini mulai melangkah kembali, menguatkan diri dan meyakinkan diri bahwa setiap perjalanan pasti ada cerita... cerita cinta, suka, duka... tapi pada akhirnya toh berlalu juga,,, kenangan yang tertinggal yah tinggal kenangan.... dan mulai perjalanan baru untuk menghasilkan cerita baru. Benar juga... semakin banyak perjalanan yang kita lakukan dalam hidup membuat kita (harusnya) lebih matang dan lebih yakin akan hidup kita... mudah diutarakan... agak sulit yah dilakukan....
Jadi teringat ketika suatu hari diajak seorang teman ke tempat yang tidak pernah menjadi destinasi wisata saya..terpikirpun tidak, Boracay di Pilipina.... kalau Singapore, Jepang, mungkin cukup familiar... kalau ini... duh memikirkan saja kayaknya tidak... yang terlintas udara panas dan pasir yang lengket di kaki, air laut yang membuat tidak nyaman (buat saya loh). Namun akhirnya karena sekalian yah sudahlah...dijalani dengan agak terpaksa karena tiket sudah dipesan (dan ternyata lumayan mahal yah...). Sesampainya di dermaga pulau tersebut saya malah terkesima... ow... bagusnya..lautnya bening... belum sampai ke tempat tujuan ribet benar perjalanannya.... haduh...tapi dijalani juga...intinya...ternyata banyak cerita yang bisa saya bagikan kepada keluarga atau teman dan ternyata menyenangkan dan tak terlupakan....(walau harus panas2an berjam2...).... cerita yang menyenangkan... dan cerita yang tidak menyenangkan (sakit flu berat, ternyata budget membengkak, dll).... setelah dilewati perjalanan yang tadinya saya pikir tidak menyenangkan itu kok jd menyenangkan yah.... (hahaahahah) dan kemudian malah mau membuat langkah baru lagi ke tempat lain....
itu sih contoh yang mudah karena liburan...beda dengan kehidupan nyata... perjalanannya sepertinya lebih berliku dan tidak dapat ditebak... surprisingly...kadang membuat kita terperangkap dalam perjalanan dan kenangan tersebut... (itu yang kata orang belum bisa move on)... dan tidak sedikit orang yang terjebak... tapi benar... semua perjalanan ada ceritanya... dan bisa jadi good story..so kalau tidak melangkah lagi... (terpaku pada keadaan lampau, orang yang lampau, atau orang yang entah ada diangan2 mana dan tidak terjangkau....) pikirkan untuk melangkah dan membuat cerita yang lebih indah..... jangan cerita yang itu-itu saja... nggak update deh dan tidak mengikuti perkembangan jaman... hari ini ada janji kepada diri sendiri untuk melangkah lagi (padahal tidak sampai segitunya sih terjebak tapi mengesalkan saja....). Yah... sampai bertemu di perjalanan berikutnya...
Menulis blog ini sebenarnya sebagai hiburan pribadi... tapi lama kelamaan jadi terabaikan... Malas datang, berbagai alasan muncul dan jadi tidak produkif lagi. Baru tersadar kalau harus mulai sedikit saja memotivasi... banyak waktu yang telah saya sia-siakan hanya untuk memikirkan perjalanan masa lampau... entah kenapa yah... pengaruh film romantis masa kini yang kadang picisan...namun kalau kata orang lagi baper... maka akhirnya manusia yang cukup logis pun akan terkena dampaknya.....
So malam ini mulai melangkah kembali, menguatkan diri dan meyakinkan diri bahwa setiap perjalanan pasti ada cerita... cerita cinta, suka, duka... tapi pada akhirnya toh berlalu juga,,, kenangan yang tertinggal yah tinggal kenangan.... dan mulai perjalanan baru untuk menghasilkan cerita baru. Benar juga... semakin banyak perjalanan yang kita lakukan dalam hidup membuat kita (harusnya) lebih matang dan lebih yakin akan hidup kita... mudah diutarakan... agak sulit yah dilakukan....
Jadi teringat ketika suatu hari diajak seorang teman ke tempat yang tidak pernah menjadi destinasi wisata saya..terpikirpun tidak, Boracay di Pilipina.... kalau Singapore, Jepang, mungkin cukup familiar... kalau ini... duh memikirkan saja kayaknya tidak... yang terlintas udara panas dan pasir yang lengket di kaki, air laut yang membuat tidak nyaman (buat saya loh). Namun akhirnya karena sekalian yah sudahlah...dijalani dengan agak terpaksa karena tiket sudah dipesan (dan ternyata lumayan mahal yah...). Sesampainya di dermaga pulau tersebut saya malah terkesima... ow... bagusnya..lautnya bening... belum sampai ke tempat tujuan ribet benar perjalanannya.... haduh...tapi dijalani juga...intinya...ternyata banyak cerita yang bisa saya bagikan kepada keluarga atau teman dan ternyata menyenangkan dan tak terlupakan....(walau harus panas2an berjam2...).... cerita yang menyenangkan... dan cerita yang tidak menyenangkan (sakit flu berat, ternyata budget membengkak, dll).... setelah dilewati perjalanan yang tadinya saya pikir tidak menyenangkan itu kok jd menyenangkan yah.... (hahaahahah) dan kemudian malah mau membuat langkah baru lagi ke tempat lain....
itu sih contoh yang mudah karena liburan...beda dengan kehidupan nyata... perjalanannya sepertinya lebih berliku dan tidak dapat ditebak... surprisingly...kadang membuat kita terperangkap dalam perjalanan dan kenangan tersebut... (itu yang kata orang belum bisa move on)... dan tidak sedikit orang yang terjebak... tapi benar... semua perjalanan ada ceritanya... dan bisa jadi good story..so kalau tidak melangkah lagi... (terpaku pada keadaan lampau, orang yang lampau, atau orang yang entah ada diangan2 mana dan tidak terjangkau....) pikirkan untuk melangkah dan membuat cerita yang lebih indah..... jangan cerita yang itu-itu saja... nggak update deh dan tidak mengikuti perkembangan jaman... hari ini ada janji kepada diri sendiri untuk melangkah lagi (padahal tidak sampai segitunya sih terjebak tapi mengesalkan saja....). Yah... sampai bertemu di perjalanan berikutnya...
Selasa, 21 Juni 2016
Bahagia itu (tidak) sederhana
Kata-kata bahagia itu sederhana kerap kita dengar bahkan kita ucapkan, tetapi kenyataannya ketika dihadapkan pada kehidupan, kok jadi agak berbada... Ingatkah di tahun 1980-90an.. saya menikmati makan roti yang dijual dengan dipikul atau di sepeda yang ada gerobak besarnya... rasanya bahagia memamkan roti hangat yang besar atau roti keju (aspal) yang nikmat... Holland bakery memang sudah ada namun tidak mudah kita temui seperti saat ini, kebahagiaan ketika memakan roti hangat (kalau membeli di malam hari atau pagi-pagi subuh) dengan kulit roti yang coklat..tidak dapat dikatakan..saat itu, itulah roti yang paling nikmat... atau saat kita mendapatkan ikan dari saluran air bening dan begitu gembira ketika ikannya banyak dan cukup berwarna (tidak hanya hitam gelap...)..
Mengapa kebahagiaan seperti itu sulit dirasakan saat ini... harusnya orang akan lebih bahagia dengan segala perangkat canggih yang memudahkan manusia dan berbagai hiburan yang mencengangkan, mulai dari tontonan yang semakin moderen, atraksi seni yang semakin beragam, sampai konsep taman hiburan yang moderen.... tapi mengapa kebahagiaan menjadi tidak sesederhana itu....
Term bahagia memang subjektif dan tidak bisa kebahagiaan si A misalnya menjadi tolak ukur kebahagiaan si B; namun sifat manusia yang seringkali membandingkan membuat si A menjadi tolak ukur si B. Natural, alami, untuk membandingkan dan tidak ada salahnya membandingkan diri dengan tujuan memotivasi... supaya saya hidup lebih bahagia, lebih hebat, dan lebih lagi.... lebih sampai kapan dan dari siapa... that's the question... kenapa bahagia itu menjadi tidak sederhana karena ulah kita juga... konsep bahagia itu sederhana adalah konsep yang pintar, benar adanya... ingat pengalaman makan roti waktu di jaman itu, atau lihat bagaimana gembiranya anak-anak kota yang pertama kali memandikan kerbau pada acara field trip (ongkosnya tidak sederhana memang), atau anak-anak bermain kelereng atau petak lari di kampung-kampung.... senyuman tulus, tawa yang renyah, bagaimana asiknya mencari singkong atau ubi... adalah hal yang sederhana yang membahagiakan... Konsep sederhana ini kemudian yang sulit dicari di masa moderen ini, ketika semua orang sudah lelah karena terimbas rutinitas, menghadapi berbagai tantangan di jalan, di pekerjaan, di sekolah, bahagia menjadi sulit ditemukan pada hal yang sederhana... (atau bisa juga kesederhanaan itu yang menjadi sulit untuk ditemukan saat ini.... bisa jadi..). Ah sudahlah.... malas untuk berteori atau menjelaskannya dengan teori psikologi yang saya pelajari...
Kemarin setelah keliling kampung naik sepeda (sepeda moderen dan dengan dudukan yang nyaman = karena saya akan merasa sakit dan tidak bahagia... hihihihi), saya menemukan kembali tukang roti kampung yang rotinya masih hangat........ rasanya.... yah biasa saja... tidak lebih enak dari roti-roti bakery atau cafe ternama... tapi kok bahagia ketika memakannya.... nostalgia saat membeli roti, bagaimana bercengkrama dengan ibu dan bapak saya ketika memakannya, gambaran ketika saya memilih berbagai roti di gerobak..sambil menghirup aromanya... itulah yang membuat saya bahagia... nostalgia... kebahagiaan... truly bahagia itu sederhana.... lakukan hal yang tidak pernah anda bayangkan akan lakukan seusia anda (mengejar2 tukang roti misalnya, atau sekedar menyesap teh lokal dan wangi daun teh, melati seakan membuat anda teringat teh buatan nenek, atau teh yang anda minum di Jogja..whatever... just find out..
Mengapa kebahagiaan seperti itu sulit dirasakan saat ini... harusnya orang akan lebih bahagia dengan segala perangkat canggih yang memudahkan manusia dan berbagai hiburan yang mencengangkan, mulai dari tontonan yang semakin moderen, atraksi seni yang semakin beragam, sampai konsep taman hiburan yang moderen.... tapi mengapa kebahagiaan menjadi tidak sesederhana itu....
Term bahagia memang subjektif dan tidak bisa kebahagiaan si A misalnya menjadi tolak ukur kebahagiaan si B; namun sifat manusia yang seringkali membandingkan membuat si A menjadi tolak ukur si B. Natural, alami, untuk membandingkan dan tidak ada salahnya membandingkan diri dengan tujuan memotivasi... supaya saya hidup lebih bahagia, lebih hebat, dan lebih lagi.... lebih sampai kapan dan dari siapa... that's the question... kenapa bahagia itu menjadi tidak sederhana karena ulah kita juga... konsep bahagia itu sederhana adalah konsep yang pintar, benar adanya... ingat pengalaman makan roti waktu di jaman itu, atau lihat bagaimana gembiranya anak-anak kota yang pertama kali memandikan kerbau pada acara field trip (ongkosnya tidak sederhana memang), atau anak-anak bermain kelereng atau petak lari di kampung-kampung.... senyuman tulus, tawa yang renyah, bagaimana asiknya mencari singkong atau ubi... adalah hal yang sederhana yang membahagiakan... Konsep sederhana ini kemudian yang sulit dicari di masa moderen ini, ketika semua orang sudah lelah karena terimbas rutinitas, menghadapi berbagai tantangan di jalan, di pekerjaan, di sekolah, bahagia menjadi sulit ditemukan pada hal yang sederhana... (atau bisa juga kesederhanaan itu yang menjadi sulit untuk ditemukan saat ini.... bisa jadi..). Ah sudahlah.... malas untuk berteori atau menjelaskannya dengan teori psikologi yang saya pelajari...
Kemarin setelah keliling kampung naik sepeda (sepeda moderen dan dengan dudukan yang nyaman = karena saya akan merasa sakit dan tidak bahagia... hihihihi), saya menemukan kembali tukang roti kampung yang rotinya masih hangat........ rasanya.... yah biasa saja... tidak lebih enak dari roti-roti bakery atau cafe ternama... tapi kok bahagia ketika memakannya.... nostalgia saat membeli roti, bagaimana bercengkrama dengan ibu dan bapak saya ketika memakannya, gambaran ketika saya memilih berbagai roti di gerobak..sambil menghirup aromanya... itulah yang membuat saya bahagia... nostalgia... kebahagiaan... truly bahagia itu sederhana.... lakukan hal yang tidak pernah anda bayangkan akan lakukan seusia anda (mengejar2 tukang roti misalnya, atau sekedar menyesap teh lokal dan wangi daun teh, melati seakan membuat anda teringat teh buatan nenek, atau teh yang anda minum di Jogja..whatever... just find out..
Rabu, 24 Februari 2016
Risiko by Clara Moningka
Sudah lama saya tidak aktif menulis karena studi... namun keinginan untuk menulis muncul. Sebenarnya saya pribadi tidak terlalu peduli mengenai apakah tulisan saya dibaca orang lain atau tidak... dibaca syukur..dan siapa tahu bermanfaat..di sisi lain tidak dibacapun... tidak apa.. Tulisan memotivasi saya supaya tidak malas. Tetapi bayangkan saja..kemalasan saya menulis di blog ini sudah hampir setahun!
Dalam setahun ini banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Memutuskan untuk melanjutkan studi dan vakum bekerja adalah suatu keputusan yang besar. Terkadang ketika saya bertanya kepada diri saya sendiri mengapa saya begitu berani memutuskan untuk hengkang dari tempat saya bekerja.... saya sampai geleng-geleng kepala sendiri... hahahah...."tidak puas" dengan pekerjaan saya...? tidak juga sebenarnya...tetapi entah kenapa jadi megitu menjemukan. Ketika orang merasa jemu dalam hidupnya, jelas ada sesuatu yang hilang... ada sesuatu yang dirasa tidak memenuhi keinginan, tidak ada "passion"; gairah.... saat perasaan seperti itu datang, ada baiknya menelaah kembali sebenarnya apa yang terjadi. Para ahli psikologi kerap mennjelaskan dengan teori keadilan, dimana kita akan membandingkan input dan output kita dengan input dan output orang lain; tentu saja dalam ruang lingkup atau pekerjaan yang setara. Ahli lain menjelaskan dengan flow, dimana kehidupan ataupun pekerjaan ada baiknya dilakukan dengan mengalir; sesuai panggilan, dan bila hal tersebut tidak ada yang muncul adalah rasa jemu. Bagaimana menghadapi rasa jemu.... perasaan tidak puas?
Hal yang saya lakukan lumayan ekstrim, keluar dan kemudian mengejar apa yang menjadi passion saya... tidak peduli apapun yang terjadi. Hal tersebut memang membawa konsekwensi sendiri, namun sejujurnya ada rasa lega dan bahagia. Jelas, pertimbangan matang perlu dilakukan tidak sekedar modal nekat. Namun hidup hanya sekali..so.. wort to try... Ada baiknya pertimbangan tersebut (kalau anda mengalami seperti yang saya rasakan) objektif...bukan sekedar muak dengan rekan di kantor atau merasa tidak fit in saja dengan organisasi..karena pada dasarnya anda akan menjumpai seribu organisasi yang menjengkelkan, atasan yang menyebalkan, rekan kerja yang meresahkan.... dan kalaupun anda mendapat tempat yang oke..berarti pencarian anda sudah usai... dan anda mampu beradaptasi di lingkungan itu. Objektivitas untuk mengambil risiko sangat dibutuhkan.... emosi membawa kita ke level subjektif, dan melihat hanya dari 1 perspektif saja.
Mengambil risiko untuk menghindari kejemuan dan membuat hidup lebih bahagia tidak hanya terjadi di lapangan pekerjaan. Kita dapat mengalami dalam percintaan, studi, dan lain sebagainya... Ada berbagai pilihan, ada berbagai situasi tidak menyenangkan, namun kapan anda siap menghadapi risiko dan memilih untuk menjalani yang terbaik untuk anda adalah terserah kepada diri kita. Kita bisa bertahan... dan siapa tahu bertahan merupakan yang terbaik... tapi ada kalanya risiko yang kita ambil juga tidak membuat kita menyesal...
so... berani atau tidak..bukan berarti kita pengecut kalau ternyata tidak mau mengambil risiko.. yang penting kita enjoy menghadapi tantangan lagi di depan... no regret... so have a great journey in life!
Dalam setahun ini banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Memutuskan untuk melanjutkan studi dan vakum bekerja adalah suatu keputusan yang besar. Terkadang ketika saya bertanya kepada diri saya sendiri mengapa saya begitu berani memutuskan untuk hengkang dari tempat saya bekerja.... saya sampai geleng-geleng kepala sendiri... hahahah...."tidak puas" dengan pekerjaan saya...? tidak juga sebenarnya...tetapi entah kenapa jadi megitu menjemukan. Ketika orang merasa jemu dalam hidupnya, jelas ada sesuatu yang hilang... ada sesuatu yang dirasa tidak memenuhi keinginan, tidak ada "passion"; gairah.... saat perasaan seperti itu datang, ada baiknya menelaah kembali sebenarnya apa yang terjadi. Para ahli psikologi kerap mennjelaskan dengan teori keadilan, dimana kita akan membandingkan input dan output kita dengan input dan output orang lain; tentu saja dalam ruang lingkup atau pekerjaan yang setara. Ahli lain menjelaskan dengan flow, dimana kehidupan ataupun pekerjaan ada baiknya dilakukan dengan mengalir; sesuai panggilan, dan bila hal tersebut tidak ada yang muncul adalah rasa jemu. Bagaimana menghadapi rasa jemu.... perasaan tidak puas?
Hal yang saya lakukan lumayan ekstrim, keluar dan kemudian mengejar apa yang menjadi passion saya... tidak peduli apapun yang terjadi. Hal tersebut memang membawa konsekwensi sendiri, namun sejujurnya ada rasa lega dan bahagia. Jelas, pertimbangan matang perlu dilakukan tidak sekedar modal nekat. Namun hidup hanya sekali..so.. wort to try... Ada baiknya pertimbangan tersebut (kalau anda mengalami seperti yang saya rasakan) objektif...bukan sekedar muak dengan rekan di kantor atau merasa tidak fit in saja dengan organisasi..karena pada dasarnya anda akan menjumpai seribu organisasi yang menjengkelkan, atasan yang menyebalkan, rekan kerja yang meresahkan.... dan kalaupun anda mendapat tempat yang oke..berarti pencarian anda sudah usai... dan anda mampu beradaptasi di lingkungan itu. Objektivitas untuk mengambil risiko sangat dibutuhkan.... emosi membawa kita ke level subjektif, dan melihat hanya dari 1 perspektif saja.
Mengambil risiko untuk menghindari kejemuan dan membuat hidup lebih bahagia tidak hanya terjadi di lapangan pekerjaan. Kita dapat mengalami dalam percintaan, studi, dan lain sebagainya... Ada berbagai pilihan, ada berbagai situasi tidak menyenangkan, namun kapan anda siap menghadapi risiko dan memilih untuk menjalani yang terbaik untuk anda adalah terserah kepada diri kita. Kita bisa bertahan... dan siapa tahu bertahan merupakan yang terbaik... tapi ada kalanya risiko yang kita ambil juga tidak membuat kita menyesal...
so... berani atau tidak..bukan berarti kita pengecut kalau ternyata tidak mau mengambil risiko.. yang penting kita enjoy menghadapi tantangan lagi di depan... no regret... so have a great journey in life!
Langganan:
Komentar (Atom)